Selain Huawei, Ada 142 Perusahaan yang di Blacklist AS

1
31
Selain Huawei


Perang dagang antara China dan AS  yang menimpa Huawei tampaknya semakin memanas. Belum lagi, setelah pemerintah AS menambahkan raksasa teknologi asal China Huawei ke dalam daftar hitamnya.

Hal ini membatasi Huawei untuk memasarkan produknya dan membeli perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan dari pemasok teknologi tinggi Amerika. Seperti yang terjadi sebelumnya, bahkan Google telah mencabut lisensi Android Huawei.
Dilansir dari laman Asiaone, ternyata tak hanya Huawei yang masuk dalam daftar hitam AS. Secara total, saat ini terdapat 143 perusahaan (termasuk Huawei) di bawah China dalam daftar hitam perdagangan AS. Angka ini berdasarkan tinjauan dokumen yang saat ini dikelola oleh Biro Industri dan Keamanan (BIS) di bawah Departemen Perdagangan AS.
Daftar hitam AS itu, yang secara resmi disebut daftar entitas yang mengidentifikasi organisasi dan individu yang diyakini terlibat, atau menimbulkan risiko signifikan untuk terlibat, dalam kegiatan yang bertentangan dengan keamanan nasional Amerika atau kepentingan kebijakan luar negeri.
Daftar ini akan ditinjau dan direvisi oleh BIS, yang menambahkan Huawei yang berbasis di Shenzhen dan 68 dari afiliasi non AS pada 16 Mei. Organisasi atau individu dalam Daftar Entitas diharuskan untuk mengajukan lisensi dari BIS sebelum mereka mengekspor, mengekspor kembali atau mentransfer item apa pun yang tunduk pada pembatasan perdagangan, termasuk perangkat lunak dan teknologi lainnya dari perusahaan AS.
Institusi akademis Tiongkok utama dalam daftar hitam perdagangan termasuk Universitas Aeronautika dan Astronautika Beijing, Universitas Sun Yat-sen, Universitas Nasional Teknologi Pertahanan, Universitas Politeknik Northwestern, Universitas Sichuan dan Universitas Sains dan Teknologi Elektronik.
Perusahaan-perusahaan China dalam daftar hitam tidak terbatas pada mereka yang berasal dari kota-kota tingkat pertama seperti Beijing dan Shenzhen. Baotou Guanghua Chemical Industrial Co, yang terletak di Mongolia dalam, dan Yantai Jereh Oilfield Services Group, dari kota pantai Yantai di provinsi Shandong, juga masuk dalam daftar entitas.
Namun, jumlah entitas China dalam daftar hitam perdagangan AS dapat meningkat jika Washington melebarkan jaringnya untuk memasukkan perusahaan hi-tech daratan lainnya.
Menurut laporan terbaru, Pemerintah AS sedang mempertimbangkan apakah akan menambah penyedia sistem pengawasan utama Dahua Technology, Hikvision Digital Technology, Megvii, Meiya Pico dan iFlytek ke daftar entitas.
Tahun lalu, pemerintah AS juga kabarnya memprakarsai larangan yang melumpuhkan penjualan teknologi  pembuat peralatan telekomunikasi China ZTE Corp. AS  menuntut ZTE untuk membayar denda USD 1,2 miliar menggantikan seluruh manajemen seniornya dan menerima sebuah monitor AS untuk memastikan kepatuhannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini