5 Peraturan Teknologi Aneh di Korea Utara, Tidak Ada Internet?

2
26

Jika kamu disuruh menyebutkan negara yang paling misterius dan tertutup, mungkin kamu akan menjawab Korea Utara. Saudara kandung dari Korea Selatan ini memiliki banyak cerita yang sangat simpang siur.

Dari segi teknologi, banyak sekali hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh masyarakat Korea Utara. Ada banyak regulasi yang membuat kita sangat bersyukur tinggal di negara Indonesia tercinta ini.

Oleh karena itu, kali ini Saya akan kasih kamu daftar 5 peraturan teknologi aneh di Korea Utara yang bakal bikin kepala kamu geleng-geleng!

5 Peraturan Teknologi Aneh di Korea Utara

Semenjak negara Korea Utara perang pada tahun 1953, cara mereka mengelola negara menjadi perhatian banyak orang.

Sekarang, Korea Utara dipimpin oleh Kim Jong-un. Banyak yang menganggap bahwa ia sama sama saja seperti ayahnya, yang gila kontrol.

Oleh karena itu, sekarang muncul banyak peraturan teknologi aneh di Korea Utara yang keluar demi membatasi pergerakan rakyatnya dalam dunia luar.

Inilah 5 peraturan teknologi aneh di Korea Utara.

1. Tidak Ada Internet?

Tidak Ada Internet?

Sebenarnya, ada internet di Korea Utara. Hanya saja, aksesnya sangat terbatas dan hanya bisa digunakan oleh para pejabat tinggi pemerintah, akademisi, dan orang asing.

Korea Utara hanya memiliki 1.024 alamat IP yang digunakan. Berbeda dengan Korea Selatan, Korea Selatan memiliki 112 juta alamat IP.

Hanya ada 28 situs yang bisa diakses oleh masyarakat Korea Utara. Selain ke-28 situs tersebut, semuanya dilarang!

Kebanyakan masyarakat Korea Utara sendiri hanya bisa mengakses internet internal buatan lokal yang diberi nama Kwangmyong yang mirip dengan AOL pada tahun 90-an.

Meskipun judulnya internet, Kwangmyong sepenuhnya tertutup dari dunia luar. Informasi yang ada di dalamnya pun telah diperiksa oleh pemerintah.

2. Tidak Semua Orang Bisa Memiliki Smartphone

Tidak Semua Orang Bisa Memiliki Smartphone

Meskipun menjadi negara yang sangat tertutup dari dunia luar, bukan berarti Korea Utara menolak teknologi. Hasil survei menyatakan bahwa 1 dari 10 orang Korea Utara memiliki smartphone.

Hanya saja, mereka tidak bisa melakukan panggilan internasional. Provider utama di sana, Koryolink, tidak mengizinkan hal tersebut.

Banyak orang yang mengakali peraturan ini dengan menggunakan telepon dan kartu SIM impor. Hanya saja jika ketahuan oleh pemerintah, mereka akan segera ditangkap.

3. PC Hanya Untuk Orang Kaya

PC Hanya Untuk Orang Kaya

Selain smartphone, PC pun juga bisa ditemukan di Korea Utara. Hanya saja, sama seperti smarpthone, yaitu yang bisa menggunakannya hanya segelintir orang.

Contohnya adalah para elit dan mahasiswa yang sedang belajar di Universitas Pyongyang. Ada juga kafe internet, meskipun penggunaannya sangat diawasi.

PC tidak tersentuh oleh para masyarakat Korea Utara, karena harga PC disana sangat mahal. Apalagi, rata-rata upah yang didapatkan oleh orang Korea Utara hanya sekitar 300-400 ribu rupiah saja.

Kalaupun mampu membeli PC, masyarakat Korea Utara mmebutuhkan lisensi dan izin dari pemerintah.

Karena kelangkaan PC, banyak orang yang menggunakan flashdisk untuk menyimpan data mereka. Oleh karena itu, aksesoris flashdisk sangat populer di negara Korea Utara.

4. Facebook Diblokir

Facebook Diblokir
Foto: Business Insider

Korea Utara merupakan salah satu negara yang melakukan pemblokiran terhadap Facebook. Walaupun begitu, bukan berarti mereka tidak berminat pada media sosial.

Oleh karena itu, mereka membuat semacam replika dari Facebook.

Meskipun hanya replika, situs tersebut befungsi penuh seperti Facebook. Kamu bisa mendaftar menggunakan email dan membuat status.

Hanya saja, beberapa saat setelah diluncurkan, clon dari Facebook ini dengan cepat langsung diretas oleh hacker.

5. Pertelevisian

Pertelevisian
Foto: Business Insider

Orang Korea Utara bisa menyaksikan televisi sebagai media hiburan, dan sudah banyak yang memilikinya. Hanya saja, kita tidak bisa bebas untuk memilih mau menonton apa.

Apalagi, pemerintah disana kerap melakukan propaganda secara massal dengan menggunakan televisi. Hanya ada beberapa stasiun televisi di Korea Utara dan pemerintah secara tegas mengatur pertelevisian di sana.

Akhir Kata

Sebagai negara yang berusaha mempertahankan kerahasiaannya secara masif, Korea Utara tidak bisa menghalau kemajuan teknologi untuk masuk ke dalamnya.

Tidak ada data statistik yang pasti, tapi internet semakin merambah ke negara ini dan membuatnya semakin terhubung dengan dunia luar.

Hanya saja, pemerintahan mereka benar-benar melakukan isolasi yang benar-benar rapat dan hampir sepenuhnya tertutup rapat.

Masyarakat dicegah untuk melihat apa yang ingin mereka lihat dan berkomunikasi dengan orang yang mereka inginkan.

Baca juga artikel lainnya dari kami, agar kamu tetap update informasi seputar teknologi terkini dari kami.

2 KOMENTAR

  1. tgl 8-15 sept besok aku bakal ke korut :D… kesananya pake trave yg udah ada lisensi dr pemerintah nya… dari awal, guideku udh wanti2 apa yg bisa dan ga bisa dilakukan selama nanti di korut.. ga boleh pake jeans, ga boleh pake celana pendek, wajib pake kemeja kalo datang ke monumen2 nya.. kalo foto patung pemimpinnya, harus seluruh bdnnya kliatan, ga bboleh kepotong dan banyak lg.

    ttg internet juga udah diksh tau kalo g bakal bisa… guideku nawarin kartu untuk bisa menelpon dan sms, tp hargnya USD 220, dan cuma bisa nelpon bntr wkwkwkwkw.. trus internetnya cm 50 MB thok mas ;p.. itu utk buka FB aja ga bisa kali hahahahaha.. jaringan 3G pula. udhlaaah, aku mnding ga bisa konek drpd beli kartu mereka yg muaaaahal tp ga guna gitu ;p. kenapa aku amu ke korut, itu krn penasaran doang sih.. udh mulai bosen dtg ke negara2 biasa ;D

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini