Berita

Dampak Virus Corona Terhadap Aktivitas E-Commerce

Dampak virus corona

Pandemi virus Covid-19 atau Corona memang membuat berbagai usaha atau bisnis dari toko tradisional, restoran, kafe, salon hingga mall sekalipun mengalami pukulan yang hebat. Ini merupakan salah satu dampak virus corona.  Namun tidak semuanya dirugikan dengan adanya virus corona ini. Ada juga yang sebaliknya justru bisa mendapatkan banyak untung dari adanya epidemi besar ini.

Dampak virus corona

Pihak yang diuntungkan dari adanya virus Corona ini adalah para pelaku e- commerce. Hal ini dikarenakan pemerintah memberlakukan aturan social distancing dan work from home. Dimana masyarakat diminta untuk lebih banyak di rumah atau sebisa mungkin mengurangi kontak dengan orang lain. Hal ini bertujuan untuk mengurangi persebaran virus corona yang sangat cepat.

Dampak Corona di Pasar Online

Dengan adanya dua kebijakan pemerintah untuk masyarakat agar mengurangi kontak dengan orang lain tentu ini membuat orang lebih memilih memenuhi kebutuhan pokoknya dengan cara belanja online. Orang bisa dengan nyaman belanja dengan duduk dirumah sambil menunggu barang belanjaan diantar ke depan rumah.

Hal ini tentu terjadi di seluruh dunia. Amazon contohnya salah satu tempat belanja online yang akhirnya membuka lowongan hingga seratus ribu posisi untuk bisa melayani orderan yang sangat membludak. Di Indonesia pun juga demikian.

1. Blibli

Salah satu platform belanja online yang merasakan dampak virus corona adalah Blibli. Peningkatan transaksi yang terjadi sangat terasa. Permintaan masyarakat terus meningkat apalagi virus corona sudah banyak memakan korban di Indonesia membuat masyarakat takut untuk belanja secara langsung ke pasar tradisional atau swalayan.

Menurut pihak Blibli permintaan pada produk makanan segar, vitamin, suplemen dan obat-obatan terus naik. Selain meningkatkan aktivitas jual beli ternyata perubahan drastis juga terjadi pada pencarian produk para pelanggan.

Produk yang banyak dicari seperti produk sanitasi, makanan ringan dan instan. Tak ketinggalan multivitamin dan suplemen. Melonjaknya permintaan membuat pihak Blibli membatasi pembelian khususnya untuk produk sembako guna menghindari pembelian yang berlebihan serta untuk menjaga stok barang.

2. Bukalapak

Selain Blibli ada juga perusahaan e-commerce yang besar yakni Bukalapak. Pihak Bukalapak pun juga menyatakan hal serupa dimana permintaan pelanggan meningkat sangat drastis. Di Bukalapak barang elektronik dan rumah tangga yang menjadi primadona para pelanggan.

Tak hanya itu, produk seperti alat penunjang kerja di rumah, makanan ringan juga terus meningkat. Hal ini diakui terjadi sejak ada kebijakan pemerintah yakni Work From Home. Hal ini tetap membuat pihak Bukalapak harus memastikan pada penjual atau produsen yang ada pada platform tidak aji mumpung dengan menaikkan harga.

3. Tokopedia

Kenaikan transaksi yang mendadak juga dirasakan oleh Tokopedia. Pihak Tokopedia menyatakan bahwa produk yang banyak dicari adalah produk kesehatan dan kebutuhan pokok seperti masker, cairan antiseptic serta makanan yang menyehatkan.

Dari dampak virus corona ini membuat pihak Tokopedia harus menutup permanen beberapa lapak online yang terbilang nakal dengan cara melambungkan harga produk yang dijual serta pelapak online yang melakukan penipuan.

Sebenarnya dibalik sepinya pasar konvensional pandemi covid 19 ini justru menguntungkan bagi pasar online termasuk e-commerce. Hal ini karena himbauan pemerintah terkait di rumah saja membuat seluruh penduduk harus belanja dari rumah.

Hal itu karena ketiga bahan makanan tersebut sedang naik daun, diyakini bisa menangkal virus corona yang membuat banyak orang ketakutan. Semoga virus Corona ini segera pergi dan semuanya bisa berjalan normal seperti sedia kala.

 

 

SIMPAN

Tinggalkan Balasan