Berita

Cara Kerja Termometer Tembak: Antisipasi Corona!

Virus Corona
Cara kerja termometer tembak: antisipasi corona!

Cara kerja termometer tembak, ketika wabah Corona tersebar di seluruh penjuru dunia, maka orang-orang mulai menggunakan termometer pendeteksi suhu. Ini berguna untuk mengantisipasi virus Corona terus menyebar, lalu bagaimana cara kerja termometer tembak ini?

Panas Diukur Melalui Sinar Radiasi Inframerah

Mungkin  Anda pernah berpikir bagaimana prinsip kerja termometer tembak atau termometer inframerah ini. Walaupun sebenarnya kita sering menemui termometer reguler baik itu di Puskesmas maupun rumah sakit, akan tetapi kedua alat ini memiliki perbedaan cara kerjanya.

Termometer ini untuk bisa mendeteksi suhu tubuh dia akan menyerap radiasi elektromagnetik, inilah yang disebut dengan sinar inframerah. Sinar ini sebenarnya dipantulkan oleh objek yang yang menjadi sasaran. Sinar tersebut kemudian akan menembus lensa termometer.

Kemudian ada detektor di dalam alat termometer tersebut yang bernama thermopile. Bagian sinilah yang menjadi alat deteksi terhadap panas sinar inframerah yang dipantulkan tersebut. Thermopile akan merubah radiasi yang dipancarkan tersebut menjadi panas energi yang selanjutnya akan diubah lagi menjadi energi listrik.

Setelah menjadi energi listrik, maka termometer akan mengukurnya dan kemudian memberikan hasil deteksi. Hasil tersebut akan ditampilkan pada layar berupa besaran suhu dari sebuah objek bidik.

Biasanya saat kita diukur suhunya menggunakan termometer tembak kita akan melihat sinar laser. Akan tetapi sinar tersebut sebetulnya bukankah inframerah. Itu hanyalah berfungsi sebagai panduan saat petugas medis membidik objek, jadi sinar inframerah sebenarnya tidak terlihat oleh mata manusia.

Berbeda dengan Termometer Biasa

Seperti yang kita ketahui termometer tembak ataupun termometer inframerah adalah jenis pengukur suhu menggunakan sinar inframerah yang terpantul dari objek yang  dibidik. Alat ini berbentuk seperti pistol untuk mendeteksi suhu tubuh.

Berbeda dengan termometer konvensional atau termometer reguler di mana menggunakan sensor ataupun cairan raksa dan alkohol, termometer inframerah hanya perlu membidik orang yang bersangkutan.

Akan tetapi, akurasi alat termometer bidik tergantung sejauh mana jarak orang yang bersangkutan dengan alat pengukur tersebut. Dengan begitu, untuk mendapatkan hasil yang akurat maka alat harus berada lebih dekat dengan objek.

Kelebihan lain menggunakan termometer tembak adalah pemindaian yang lebih cepat dibanding dengan termometer reguler. Alat ini mampu mendeteksi kadar suhu tubuh hanya dalam hitungan detik. Karena itu alat ini sangat efisien untuk digunakan di berbagai tempat, seperti bandara, perkantoran dan lain sebagainya.

Hanya dalam waktu yang tidak lama alat ini bisa mendeteksi suhu tubuh banyak orang, artinya sangat menghemat waktu. Terlebih saat ada wabah Corona, alat ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi penyebaran virus. Ya walaupun virus ini sulit terdeteksi dengan pengukur suhu, tetapi setidaknya bisa mencegah jika ada orang memiliki gejala tertentu.

Tidak Hanya Mengukur Suhu Tubuh

Cara kerja alat ini memang berbeda dengan termometer biasanya, karena itu termometer bidik atau inframerah ini sebenarnya tidak hanya diperuntukkan untuk manusia. Kegunaan termometer ini sangatlah banyak, tidak hanya untuk satu kebutuhan saja.

Sebagai contoh, termometer inframerah ternyata bisa digunakan untuk mendeteksi pusat api. Ini sangat berguna bagi para pemadam kebakaran untuk mencari titik api, yang bisa jadi menjadi pusat kebakaran yang harus dipadamkan terlebih dahulu. Dengan begitu para pemadam kebakaran tidak perlu susah-susah mencari pusat kebakaran,

Bukan hanya itu, termometer bidik juga dapat digunakan untuk mendeteksi suhu pada sebuah mesin. Ini sangat berguna jika diterapkan di pabrik untuk selalu mengontrol panas temperatur mesin supaya bisa menghindari kecelakaan. seperti untuk pabrik elektronik yang pada umumnya sangat rentan terhadap suhu panas.

Dengan selalu memantau suhu mesin, selain untuk menghindari kecelakaan ini juga berguna untuk menjaga mesin dalam kondisi yang yang baik. Jika mesin terlalu panas itu akan berdampak terhadap mesin itu sendiri ataupun merusak barang yang sedang dibuat.

Dengan berbagai macam kegunaan alat termometer bidik ini, intinya alat ini adalah untuk mendeteksi suhu suatu objek. Objek tersebut bisa berupa mesin ataupun manusia. Karena memang perkembangan teknologi semakin pesat dan menjadikan manusia lebih mudah untuk mendeteksi atau memindai suhu secara mudah.

Mekanisme seperti ini sangat berguna untuk berbagai keadaan, seperti yang telah dijelaskan di atas saat wabah Corona seperti ini termometer inframerah sangat berguna dan diperlukan. Untuk menekan angka penyebaran virus Corona yang semakin luas harusnya alat ini dipasang di berbagai tempat.

Saat ini termometer inframerah hanya bisa dijumpai di beberapa tempat seperti bandara, rumah, mall, ataupun perkantoran. akan tetapi pada situasi lain kita sangat jarang menemui alat ini untuk mendeteksi gejala Corona. Kita tidak menemui alat ini untuk mendeteksi orang di pasar, terminal ataupun tempat-tempat keramaian lainnya.

Antisipasi Corona dengan Termometer Inframerah

Setiap harinya penyebaran virus Corona sangat mengkhawatirkan. virus ini terus menyebar luas ke berbagai daerah dan khususnya di wilayah kawasan DKI Jakarta. karena itu untuk pencegahan dini maka kita harus mendeteksi suhu tubuh agar bisa ditangani lebih cepat jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Sebagaimana yang diketahui jika Virus Corona memiliki gejala berupa batuk dan juga demam panas. dengan alat inframerah inilah atau termometer  didik jika bisa mendeteksi lebih awal  gejala Corona agar tidak terlambat.

Pada umumnya, manusia akan merasa suhu tubuhnya panas atau demam ketika suhu tubuh berada di atas rata-rata yaitu 37,5 derajat. Inilah yang menjadi  salah satu indikasi pertama saat orang terkena virus Corona. Karena itu kita sering menjumpai alat ini untuk mendeteksi suhu badan manusia seperti di bandara ke rumah sakit ataupun tempat keramaian lainnya.

Alat infra merah atau termometer bidik ini sangat berfungsi dengan baik dan efisien untuk mendeteksi suhu tubuh. Bukan hanya itu alat ini juga mudah untuk digunakan dan dibawa kemana-mana. Tenaga medis hanya perlu mengarahkan alat ini ke objek maka kemudian akan diketahui hasil dari suhu tubuh objek sasaran tersebut.

Pemerintah telah melakukan pengecekan ataupun antisipasi sederhana ini untuk meminimalisir penyebaran virus Corona. Dengan pencegahan ini diharapkan virus Corona tidak mudah menyebar dan bisa dikendalikan. Walaupun prinsip kerja termometer ini sederhana namun berdampak besar untuk pencegahan.

Sebagai informasi jenis jenis suhu, tubuh manusia akan merasa demam sedang jika berada di suhu 38 derajat celcius. Adapun untuk demam tinggi suhu badan berada di angka 39,5 derajat celcius, Sedangkan untuk demam yang sangat tinggi suhu badan berada di angka 41 derajat celcius.

Biasanya saat Anda ingin mengecek bandara atau rumah sakit, ketika suhu badan berada di angka 38 derajat celcius maka Anda tidak diperbolehkan untuk masuk. Anda disarankan untuk istirahat di rumah dan berobat, karena memang itu menjadi salah satu ciri utama terpapar virus Corona.

Nah demikianlah ulasan tentang cara kerja termometer tembak atau termometer inframerah untuk mencegah atau mengantisipasi wabah Corona. Selalu Jaga kesehatan Anda dan keluarga, hindarilah tempat-tempat keramaian dan berharap kita semua terhindar dari wabah Corona. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih.

SIMPAN

Tinggalkan Balasan